
AI pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 oleh John McCarthy, Marvin Minsky, dan para ilmuwan lainnya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang membentuk kelompok penelitian untuk mempelajari AI. Mereka menciptakan program-program komputer yang dapat meniru kemampuan manusia, seperti pemrosesan bahasa alami dan permainan catur. Hingga muncul satu statement dari salah satu peneliti bernama Turing yang menyebutkan “jika manusia mampu menyelesaikan masalah dan membuat keputusan berdasarkan informasi dan tatanan yang tersedia, mengapa mesin tidak bisa melakukan hal yang sama?”.
Hal tersebut membuat para peneliti semakin bersemangat dan yakin bahwa AI merupakan ilmu yang patut untuk dikembangkan. Lalu, pada tahun 1956 dibuatlah sebuah konferensi AI Darthmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence (DSRPAI) yang menjadi tonggak awal perkembangan AI sebagai bidang ilmu yang mandiri. Pada konferensi ini, para ilmuwan sepakat untuk memusatkan perhatian mereka pada pembangunan program-program komputer yang mampu "belajar" dan "berpikir" seperti manusia.
AI pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 oleh John McCarthy, Marvin Minsky, dan para ilmuwan lainnya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang membentuk kelompok penelitian untuk mempelajari AI. Mereka menciptakan program-program komputer yang dapat meniru kemampuan manusia, seperti pemrosesan bahasa alami dan permainan catur. Hingga muncul satu statement dari salah satu peneliti bernama Turing yang menyebutkan “jika manusia mampu menyelesaikan masalah dan membuat keputusan berdasarkan informasi dan tatanan yang tersedia, mengapa mesin tidak bisa melakukan hal yang sama?”.
Hal tersebut membuat para peneliti semakin bersemangat dan yakin bahwa AI merupakan ilmu yang patut untuk dikembangkan. Lalu, pada tahun 1956 dibuatlah sebuah konferensi AI Darthmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence (DSRPAI) yang menjadi tonggak awal perkembangan AI sebagai bidang ilmu yang mandiri. Pada konferensi ini, para ilmuwan sepakat untuk memusatkan perhatian mereka pada pembangunan program-program komputer yang mampu "belajar" dan "berpikir" seperti manusia. (source: Dicoding).

Artificial Intelligence (AI)
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya pada pengenalan AI mengenai sejarah hingga pengertiannya, lalu bagaimana Anda mendefinisikan AI? Yap, AI adalah teknologi yang menerapkan peniruan perilaku manusia terhadap komputer supaya dapat mempelajari dan melakukan tugas tanpa perlu bantuan eksplisit tentang output yang diharapkan. Nah, dengan penjelasan tersebut, AI memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan efisien.
Machine Learning (ML)
Machine learning (ML) merupakan salah satu bagian dari kelompok keilmuan AI yang secara otomatis dapat belajar dan berkembang berdasarkan pengalamannya. Machine learning adalah sebuah teknologi yang menggunakan metode statistika untuk membuat komputer dapat mempelajari pola pada data tanpa perlu diprogram secara eksplisit. ML bergantung pada algoritma yang digunakan untuk menganalisis data dalam jumlah yang besar, belajar dari pengetahuan berdasarkan data, dan memberikan keputusan berdasarkan pengalaman yang dipelajarinya dengan tepat.
Machine Learning menggunakan sebuah algoritma untuk melakukan pelatihan dan meningkatkan performa dari waktu ke waktu setiap kali pelatihan dilakukan. Nah, setelah melewati proses tersebut, kita akan mendapatkan sebuah output dari proses pembelajaran mesin tersebut. Output akhir dari pengembangan Machine Learning ini sendiri merupakan sebuah model yang dapat melakukan tugas berdasarkan data pelatihan yang diberikan. Semakin banyak data yang digunakan, semakin baik pula modelnya.
Deep Learning
Deep Learning merupakan bagian dari Machine Learning. Namun, perlu kamu ketahui bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Machine Learning dengan Deep Learning. Deep Learning merupakan pembelajaran mesin yang didasari oleh saraf tiruan, proses yang lebih kompleks dari pada Machine Learning karena pada tahapan ini proses pembelajarannya terdiri dari beberapa bagian mulai dari input, hidden layer, dan output.
Generative AI
Kita telah sampai pada bagian terakhir dari kelompok AI yang ada pada kelas ini, Generative AI merupakan bagian lebih dalam dari Deep Learning. Pembelajaran ini dapat menghasilkan berbagai konten baru berdasarkan input yang diberikan oleh pengguna.
(source: by Dicoding).
rangkuman dari belajar dasar AI di dicoding.
Komentar
Posting Komentar