Belajar prompt Generative AI

 Belajar prompt Generative AI


  • Generative AI adalah sebuah jenis Artificial Intelligence yang berfokus pada pembuatan konten baru. Teknologi ini berbasis pada model AI, yaitu suatu sistem yang dirancang untuk mengenali pola dan memahami informasi dari data dalam jumlah yang sangat besar.
  • Prompt adalah sebuah teks dalam bahasa alami yang digunakan untuk meminta Generative AI melakukan tugas tertentu.
  • Prompt engineering adalah suatu disiplin ilmu dalam merancang sebuah prompt untuk membimbing model Generative AI menghasilkan respons yang sesuai dengan keinginan.
  • Dengan memahami cara merancang prompt yang tepat, kita dapat memanfaatkan kemampuan model AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga tugas-tugas teknis seperti yang terkait dengan software development.
    • Contoh pemanfaatan prompt engineering untuk aktivitas sehari-hari.
      • Meningkatkan produktivitas: membuat daftar tugas harian, merangkum artikel, atau menyusun email.
      • Membantu proses belajar: memahami konsep yang sulit, mendapatkan penjelasan sederhana, atau membuat soal latihan untuk berbagai topik.
      • Memberikan rekomendasi: saran resep makanan, buku, atau film berdasarkan preferensi tertentu.
      • Mendukung kreativitas: membuat gambar, puisi, lirik lagu, atau ide cerita berdasarkan prompt yang dimasukkan.
    • Contoh pemanfaatan prompt engineering untuk aktivitas pada software development.
      • Membuat kode. 
      • Optimisasi (refactoring) kode.
      • Membuat dokumentasi kode.
  • Prompt engineering menjadi keterampilan yang penting di era AI saat ini karena berfungsi sebagai jembatan untuk mengubah prompt yang samar menjadi lebih jelas sehingga model dapat menghasilkan respons yang kita inginkan.
  • Ketika sebuah prompt diberikan, model Generative AI bekerja dengan mengacu kepada fungsi distribusi probabilitas untuk memprediksi keluaran berikutnya yang memiliki peluang (probabilitas) kemunculan tertinggi.
  • Respons dari model Generative AI dapat bervariasi pada berbagai kesempatan, meskipun menggunakan prompt dan model AI yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh unsur yang disebut random seed. Ia berfungsi sebagai inisialisasi acak dalam memilih keluaran yang dihasilkan model.
  • Kelebihan model Generative AI
    • Produktivitas dan Efisiensi: memanfaatkan model untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dasar atau repetitif.
    • Kemampuan Mengingat Konteks: mampu mengenali dan mengingat konteks dari suatu prompt, sehingga percakapan dengan model dapat dilakukan tanpa harus mengulang informasi yang telah disampaikan pada prompt sebelumnya.
    • Fleksibilitas Penggunaan: mampu menafsirkan bahasa manusia dalam gaya percakapan, lalu menghasilkan respons yang relevan dengan konteksnya.
  • Kekurangan model Generative AI
    • Cut-off Date Data Pelatihan: model tidak memiliki pengetahuan tentang informasi atau peristiwa yang terjadi setelah tanggal data pelatihan terakhir.
    • Bias: Model dapat memiliki kecenderungan. Hal ini karena pengetahuan model sangat tergantung pada kualitas data pelatihannya. 
    • Halusinasi: Model dapat memberikan respons yang salah atau mengada-ada  tetapi dengan cara yang tampak meyakinkan. 
    • Cara terbaik untuk membuat prompt yang jelas adalah dengan membuatnya menggunakan sebuah struktur informasi yang terdiri dari empat elemen utama sebagai berikut.


  1. Peran
    Tentukan peran dari model Generative AI dalam menjawab prompt. Memberikan peran membantu model menghasilkan respons yang spesifik dan relevan sesuai tingkat pemahaman pembaca terkait topik yang dibahas.
  1. Objektif
    Berikan perintah atau objektif yang jelas kepada model Generative AI. Perintah yang jelas dapat membantu model dalam memahami keinginan kita sehingga mengurangi kemungkinan respons yang tidak relevan. Lebih lanjut, hindari perintah yang terlalu umum/ambigu karena dapat membuat model menghasilkan respons yang terlalu luas atau kurang spesifik.
  2. Konteks
    Selain memberikan informasi tentang peran, sertakan juga segala informasi atau data yang dibutuhkan model Generative AI untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

    Informasi yang memadai membantu model Generative AI memahami konteks dari tugas yang diberikan secara lebih baik sehingga dapat menghasilkan respons yang sesuai dengan keinginan kita. Tanpa konteks yang cukup, model cenderung akan berasumsi untuk mengisi kekosongan informasi sehingga dapat menyebabkan respons yang kurang tepat atau tidak sesuai harapan.
  3. Batasan
    Selain memberikan perintah yang jelas, kita juga dapat membantu model Generative AI menghasilkan respons yang spesifik sesuai keinginan dengan menetapkan batasan.

    Menetapkan batasan secara eksplisit, seperti topik yang tidak perlu dibahas, limitasi panjang respons, atau batasan lain yang dirasa perlu, sehingga dapat membantu model Generative AI untuk tetap fokus memberikan respons yang kita butuhkan. Dengan demikian, kita dapat mencegah keluaran yang terlalu panjang, terlalu rumit, atau tidak sesuai kebutuhan.

catatan kaki: Dicoding

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa?

Apa yang terlambat kamu pelajari dalam hidup?

The New Friends